14 Januari 2026
Pemerintah Kota Batu resmi meluncurkan Simpul SAE (Smart, Accurate, Efficient) di Pasar Induk Among Tani pada 26 November 2026. Platform digital ini disiapkan sebagai langkah awal menuju pengelolaan pasar tradisional yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi.
Simpul SAE merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu sejak pertengahan tahun. Pada tahap awal, aplikasi ini diperkenalkan langsung kepada para pedagang melalui demonstrasi fitur-fitur dasar yang berfokus pada pelayanan antara pedagang dan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu, Nurbianto Puji, menjelaskan bahwa pengenalan Simpul SAE menjadi pintu masuk menuju sistem manajemen pasar berbasis digital. Melalui aplikasi ini, pedagang dapat mengakses informasi terkait transparansi penggunaan dana pasar hingga kewajiban pembayaran retribusi kios secara lebih jelas dan tertata.
Pengembangan aplikasi ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, seiring dengan proses pendataan pedagang yang terus berjalan. Hingga saat ini, sekitar 2.000 pedagang telah terdaftar dalam basis data Simpul SAE. Aplikasi ini direncanakan sudah dapat mulai diakses oleh pedagang dalam waktu dekat.
Ke depannya, Simpul SAE akan memuat berbagai data penting, mulai dari profil pedagang, perizinan usaha, jenis komoditas, hingga informasi pendukung lainnya. Tak hanya itu, platform ini juga dirancang untuk mendukung pemantauan aktivitas pasar dan layanan publik secara real-time.
Pengembangan jangka panjang Simpul SAE mencakup integrasi sistem pembayaran retribusi digital, manajemen keuangan dan operasional pasar, hingga peningkatan literasi digital bagi pedagang. Bahkan, kajian reposisi Pasar Wisata juga menjadi bagian dari transformasi ini.
Menariknya, Simpul SAE juga diarahkan untuk membaca pola belanja konsumen dan menghadirkan sistem reward bagi pembeli loyal, seperti pengumpulan poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai keuntungan. Skema ini diharapkan dapat memberi manfaat tidak hanya bagi pedagang dan pembeli, tetapi juga pelaku usaha besar seperti restoran, hotel, dan katering.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pasar sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pedagang. Ia berharap penerapan sistem ini dapat berjalan optimal dengan dukungan, kerja sama, dan semangat kebersamaan dari semua pihak.